Minggu 3, Hari ke-5

Jumat, 30 Januari 2009

Injil Markus 4: 26-34: "Lalu kata Yesus, "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.' Kata-Nya lagi, 'Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya? Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.' Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tampa perumpaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

Renungan singkat:
(1) Karya Allah mempunyai dinamikanya sendiri, tidak tergantung dari usaha manusia. Manusia memang mengalami dan ikut serta di dalam dinamika tersebut. Dan Allah menjadi penggerak dinamika tersebut.
(2) Allah bisa memakai hal-hal yang tidak diperhitungkan oleh manusia, orang-orang yang tidak populer, sekelompok kecil untuk dibangun menjadi kekuatan yang luar biasa, misalnya pada akhirnya mereka berjasa bagi Gereja, bangsa dan negara.